Tampilkan postingan dengan label keris luk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keris luk. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Oktober 2018

KERIS KINATAH GAJAH SINGA

Berikut saya tampilkan gambar dari sedikit bagian Keris yang istimewa ini, Keris dengan Kinatah Gajah & Singa ini kemungkinan dari Era Mataram Sultan Agung, Kondisi Kinatah masih utuh sekitar 95% dari asalnya, yang juga membuktikan bahwa Pusaka ini terawat dengan baik.

Laiknya Pusaka berkelas, perabotnyapun tidak sembarangan, dilengkapi dengan selut yang terbuat dari Emas dan Intan serta hulu Jogja yang terbuat dari Kayu Trembalo bergarap istimewa, sangatlah pantas bersanding dengan Bilah indah berpamor nan rancak.

Warangkanya bergaya Ladrang Jogja terbuat dari Kayu Timoho Pelet dengan Pendok ukiran terbuat dari Emas 22 Karat.

Tunggu episode selanjutnya !!!

Selasa, 21 Februari 2017

LANGKA : SEMPANA BUNGKAM PALEMBANG

Tidak banyak populasi keris dengan sumatera dengan bentuk Kembang Kacang seperti ini, dalam perjalanan Saya hampir 3 tahun menekuni Perkerisan Sumatera Khususnya SUMBAGSEL ( Palembang, Lampung, Jambi, Bengkulu), baru kali ini melihat dan memegang langsung.

Mungkin besi dan garap standar, namun Pamor Bagus dan kelangkaan dapurnya membuat keris ini menjadi Istimewa.

Keris ini asli dari daerah LAHAT, yang mungkin tempat adanya peradaban pertama di Sumatera, suku Pesemah / Basemah adalah suku asli yang mendiami daerah sekitar Lahat dan  Pagar alam, yang sekarang merupakan salah satu sumber utama Keris-keris Palembang yang beredar.


Saat dibeli dari penduduk asli, Hulu dan Cincin nya sudah tidak ada, hanya tertinggal Bilah dan Sarung, sehingga Saya pasangkan Hulu Putri Malu Tua dan Cincin Mangkokan Perak, yang merupakan ciri kebanyakan dari Keris dari daerah Lahat.


Kamis, 14 Juli 2016

KERIS PALEMBANG LIKUK 9

Kondisi sehabis lebaran, kantong kering karena mudik, namun tidak menjadikan halangan dalam mengakuisisi pusaka baru. Bagaimana cara menyiasatinya, BARTER !!!

Yah, barter adalah tehnik perdagangan dari zaman kuno yang sampai hari ini masih sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Tentu saja harus sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku umum, sama-sama suka, sama-sama ikhlas.

Keris Palembang besi sebatang ini, saya Barter dengan seorang teman  yang berdiam di Palembang, sebenarnya sudah hampir 2 tahun saya mengincarnya, namun yang bersangkutan masih enggan memaharkannya.

Bertepatan dnegan momen-momen yang masih tergolong lebaran tahun ini, akhirnya Beliau bersedia memaharkannya, namun sayang disayang sedang tak punya uang. Walhasil Barterpun terjadi.
Selama kedua pihak sama-sama senang, insyaallah bermanfaat untuk semua.

Tren saya sekarang cenderung menyukai Keris Non Pamor atau Kelengan atawa pula Besi Sebatang, mungkin hal ini tak lepas dari Mentor, senior, partner saya yang memiliki kesamaan rasa.

Seperti pepatah China :"Dekat ARang jadi hitam, Dekat Gincu jadi Merah". Itulah yang terjadi sekarang ini, pergeeseran kesukaan yang tadinya menyenangi Pamor, sekarang lebih menyukai Besi.

Namun yang pasti tetap menyenangi Pakaian Orisinil yang indah dong
Aslinya, Keris ini datang dengan Hulu Luday Kayu Tua, namun karena rasa saya mengatakan Hulunya terlalu besar untuk Bilahnya, maka saya gantikan dengan Hulu Gading Jawa Demam ini.

Bilah nya masih mengikuti Pakem Sumateraan yang hanya memutihkan saja tanpa mewarangi, namun agar tidak penasaran, akan saya warangi nanti...siapa tahu Besi Hurab toh..AAMIIN !!!

Rabu, 02 Desember 2015

PAMOR METEORIT

Contoh keris berpamor dari bahan Batuan Meteor, Kinatah 2 lapir (Di dalam Emas dan di Luar Perak) dengan bilah dari besi istimewa

Rabu, 28 Oktober 2015

KERIS SUMMIT 2015 Telah dimulai

Selamat dengan telah dibukanya KERIS SUMMIT 2015 di D.I.YOGYAKARTA, semoga sukses selalu !!!